Masturbasi adalah kegiatan untuk
memuaskan syahwat dengan cara mengeluarkan “secara paksa” air mani. Tujuan utama dari masturbasi
adalah untuk mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan
tidak bersenggama. Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu
aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik.
Dampaknya adalah produksi
hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin
dan serotonin.
Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang
terlalu sering bisa memicu kemampuan ereksi melemah dan Impotensi.
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam
merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada
tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang
menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.
Spesialis Andrologi dari Klinik Utama
Metropole menjelaskan bahwa sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan
masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas
kerja akan terganggu dan menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya
mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena
hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria
akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk
sepanjang hari.
Artikel from: Klinik Utama Metropole
Peringatan : jika anda merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922/6911921. Klinik Utama Metropole Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
Tips hangat untuk ke rumah sakit: Silakan buka website kami untuk memahami informasi tentang Klinik Utama Metropole, bebas biaya pendaftaran, tidak perlu antri, dan dapat diprioritaskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Terima kasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar